Rayap Bangsa
Ilustrasi
Aku adalah seorang perantu di Bogor, di sini aku buka usaha mie ayam. Aku berasal dari Jogjakarta. Di Jogja nenekku tinggal dengan paman dan bibiku bersama 2 orang anaknya. Lima tahun yang lalu aku pulang kampung. Aku sangat senang tinggal di sana, salah satu yang bikin aku betah di Jogja adalah suasananya yang masih asri, dan rumah nenekku yang sangat mewah. Nenek adalah keturunan ningrat jadi rumahnya guuuede banget. 8o% rumah nenek terbuat dari kayu jati. Rumah itu begitu kokoh berdiri walaupun usianya sudah mencapai 40 tahun. Terakhir aku ke ke sana 1 tahun yang lalu waktu lebaran. Rumah nenek masih saja berdiri kokoh saat itu. Setelah satu minggu aku di Jogja aku kembali ke Bogor karena kedaiku telah menantiku.
Satu bulan yang lalu saat aku sedang asik melayani pelanggan di kedai tercinta ada kabar gempa bumi berkekuatan 7,9 sr. Aku pandangi TV yang bertengger di sudut kedai. Nenek…paman….. Ku ambil ponselku dari saku, kuhubungi nenek dan pamanku tapi tak bisa. Keesokan harinya aku pulang ke Jogja, hatiku tak bisa tenang sedetik pun. Sampai di Jogja kulihat banyak tenda darurat di pinggir jalan, di kanan kiri jalan rumah-rumah sudah rata dengan tanah. Aku ingin cepat-cepat sampai ke tempat nenekku tapi mobilku tak bissa melaju cepat karena jalannya rusak.
Akhirnya aku sampai juga di tempat nenek. Tapi…, aku hanya menemukan puing-puing rumah nenek yang sudah rata dengan tanah. “Dek, sabar ya semoga nenek, pamanmu dan anak-anaknya diterima oleh Allah SWT”, kata tetangga nenek yang selamat. Aku hanya terpaku tak bisa berbuat apa-apa melihat mayat yang terbungkus kantong plastik di hadapanku. Kususuri puing-puing rumah yang setahun lalu masih berdiri kokoh itu. Kulihat kayu yang berserakan. Aku kaget, kulihat bannyak sekali hewan kecil yang keluar masuk ke dalam tiang-tiang yang berdiameter lima puluh cm yang kini teronggok di depanku. Ternyata, di balik kekokohan tiang kayu itu tersembunyi rayap yang telah menggerogoti tiang dari dalam sehingga saat ada goncangan sedikit saja tiang itu bisa roboh, tanpa disadari penghuninya.
Itulah sedikit ilustrasi tentang rumah nenek yang sangat kokoh berdiri dan akhirnya harus hancur karena tiangnya sudah keropos di makan rayap.
Terus apa dong hubungannya dengan koruptor? Apa yaaa?
Begini, rumah nenekku itu ibarat suatu negara. Sekuat apapun negara ini kalau di dalamnya ada pejabat-pejabat yang bermental rayap maka negara itu pasti akan hancur suatu saat, karena rayap itu yang akan memakan uang rakyat sedikit demi sedikit. Karena rayap ini tidak kelihatan dari luar maka negara ini kelihatan sangat kokoh dari luar padahal sudah rapuh di dalamnya. Sehingga penghuni negara ini pun tak sadar bahwa negaranya sudah sangat keropos dan saat ada goncangan krisis sedikit saja maka negara ini akan segera ambruk.
Ya rayap ini begitu licik, dia bisa menggerogoti uang rakyat sampai bermilyar-milyar, tapi di depan rakyat dia seperti serorang pahlawan sejati yang selalu membela rakyatnya.
Jika kita tidak ingin bangsa ini ambruk saat ada krisis dan rakyat bisa tenang bernaung di dalamnya, maka rayap-rayap yang ada di dalam tubuh negara ini harus segera di basmi, tak boleh ada seekor rayap pun yang boleh tersisa, karena satu rayap itu bisa beranak beribu-ribu rayap. Negara ini harus dibersihkan dari pejabat-pejabat yang korup sampe ke akar-akarnya. Saya sangat setuju bila rayap-rayap negara ini dipancung di depan rakyat biar yang lain kapok..pok.. pok. Setelah tak ada lagi rayap di dalam bangunan negara ini maka kita harus menutup semua jalan masuk bagi rayap-rayap yang lain. Jangan pilih orang-orang bermental rayap untuk jadi pejabat negara saat pemilu, agar orang-orang yang duduk di pemerintahan adalah orang yang bersih.
Nah, kalau sudah begitu kita harus mendidik generasi muda agar tidak bermental rayap sejak dini!!! Harus ada kurikulum tentang akhlak di sekolah-sekolah, bila perlu mulai SD. Karena hanya iman yang kuat saja yang bisa membentengi generasi penerus bangsa ini dari mental rayap.
Maju terus bangsaku! Harapan itu masih ada!!!!!!!!!!
===================================
Tulisan ini dibuat untuk turut berpartisipasi dalam lomba “Pemberantasan Korupsi Ala Blogger”.
